Trading
Academy

Kuasai trading dengan Academy TMGM – sumber utama Anda untuk strategi, wawasan pasar, dan tips manajemen risiko untuk trading yang lebih cerdas.
MT4 & MT5
Teknis
Trading & Strategies
Morning Brief
Forex
CFD
Kripto
Indeks
Gold & Precious Metals
Oil
Indikator
Lainnya
Saham
Reset
Tampilkan Semua
VWMA vs VWAP: Perbedaan Utama, Rumus, dan Mana yang Sebaiknya Digunakan
VWMA menggunakan jumlah bar tetap yang bergerak, sedangkan VWAP mengakumulasi harga dan volume dari anchor yang ditentukan, umumnya dari awal sesi perdagangan. Kedua indikator sama-sama membobotkan harga berdasarkan volume, tetapi VWMA menghapus bar yang lebih lama seiring jendela lookback-nya bergeser, sementara VWAP mempertahankan observasi dari anchor-nya hingga perhitungannya di-reset atau berakhir. VWMA biasanya memberikan acuan tren bergulir. VWAP biasanya memberikan acuan harga berbasis sesi atau peristiwa serta tolok ukur eksekusi. Tidak ada indikator yang secara universal lebih baik karena masing-masing indikator mengukur hubungan harga-volume yang berbeda.
Lanjutkan membaca
39 menit baca
Apa Itu Harga Rata-Rata Tertimbang Volume (VWAP)? Rumus, Pengaturan, dan Strategi
Harga rata-rata tertimbang volume (VWAP) adalah harga rata-rata kumulatif suatu aset selama periode tertentu, dengan setiap harga diberi bobot berdasarkan volume perdagangannya. VWAP standar biasanya dimulai saat pembukaan sesi dan direset ketika sesi berikutnya dimulai. Trader menggunakan VWAP sebagai tolok ukur eksekusi dan acuan grafik intraday, tetapi nilainya bergantung pada harga yang dipilih, volume, data feed, dan sesi. Harga di atas atau di bawah VWAP menggambarkan konteks pasar; ini bukan sinyal beli atau jual yang lengkap. Setup VWAP tetap memerlukan konfirmasi, invalidasi, dan kontrol risiko.
Lanjutkan membaca
29 menit baca
Rata-Rata Pergerakan Tertimbang Volume (VWMA): Rumus, Sinyal, dan Strategi
Rata-rata bergerak tertimbang volume (VWMA) adalah rata-rata bergerak bergulir yang memberikan pengaruh lebih besar atau lebih kecil pada harga terpilih di setiap bar sesuai dengan volume perdagangan pada bar tersebut. VWMA mengalikan harga setiap bar dengan volumenya, menjumlahkan hasil perkalian tersebut dalam periode lookback yang dipilih, lalu membaginya dengan total volume dalam jendela yang sama. Oleh karena itu, bar dengan volume lebih tinggi memengaruhi VWMA lebih besar dibandingkan bar dengan volume lebih rendah. VWMA menggambarkan harga dan volume historis; VWMA tidak memprediksi harga berikutnya. Berbeda dengan VWAP, yang mengakumulasi nilai dari anchor yang dipilih seperti pembukaan sesi, VWMA terus bergerak maju secara bergulir berdasarkan jumlah bar yang ditentukan.
Lanjutkan membaca
33 menit baca
Death Cross: Pahami Sinyal dan Rekam Jejaknya
Death cross adalah sinyal grafik teknikal yang terbentuk ketika moving average 50 hari turun di bawah moving average 200 hari. Ini memberi tahu trader bahwa harga terbaru telah menjadi lebih lemah dibandingkan tren jangka panjang yang mendasarinya. Kedua rata-rata tersebut dibentuk dari harga penutupan yang sudah terjadi, sehingga death cross mengonfirmasi pelemahan yang memang sudah ada di pasar. Sinyal ini tidak memprediksi apa yang akan terjadi selanjutnya. Golden cross adalah kebalikan tepatnya, yang mengakhiri siklus ketika moving average yang sama bersilangan dalam arah sebaliknya.
Lanjutkan membaca
30 menit baca
Double Exponential Moving Average: Cara Kerjanya & Cara Menggunakannya
DEMA bereaksi lebih cepat daripada moving average biasa, terkadang menandai perubahan tren beberapa candle lebih awal dibandingkan EMA. Berikut cara pembentukannya, cara memperdagangkan crossover, dan kapan kecepatan tersebut mulai menjadi kelemahan bagi Anda.
Lanjutkan membaca
32 menit baca
Golden Cross vs Death Cross: Perbedaan, Sinyal, dan Contoh
Golden cross terbentuk ketika moving average yang lebih cepat, umumnya SMA 50 hari, melintasi ke atas moving average yang lebih lambat seperti SMA 200 hari dan diartikan sebagai sinyal yang berpotensi bullish, sedangkan death cross terbentuk ketika rata-rata yang lebih cepat melintasi ke bawah rata-rata yang lebih lambat dan diartikan sebagai sinyal yang berpotensi bearish. Keduanya merupakan sinyal lagging yang didasarkan pada harga historis, sehingga tidak ada yang menjamin apa yang akan dilakukan pasar selanjutnya. Kedua pola tersebut menggambarkan arah yang berlawanan dari persilangan moving average yang sama dan memerlukan konteks pasar, konfirmasi, serta kontrol risiko.
Lanjutkan membaca
32 menit baca
Apa Itu Golden Cross? Panduan Pembentukan dan Trading
Golden cross adalah sinyal bullish yang terbentuk dari dua moving average pada grafik harga. Panduan ini membahas bagaimana pola ini terbentuk, cara memperdagangkannya dengan contoh lengkap, serta keterbatasan sinyal ini.
Lanjutkan membaca
25 menit baca
Rata-Rata Bergerak Tertimbang (WMA): Rumus, Contoh, Peramalan, dan Penggunaan dalam Trading
Rata-rata bergerak tertimbang (weighted moving average/WMA) adalah rata-rata bergulir yang memberikan tingkat pengaruh berbeda pada observasi dalam jendelanya dengan mengalikan setiap nilai dengan bobot yang ditetapkan. WMA dihitung dengan menjumlahkan nilai yang telah dibobotkan lalu membaginya dengan total bobot. Dalam trading, WMA sering merujuk pada WMA linear, di mana harga terbaru menerima bobot terbesar.
Lanjutkan membaca
41 menit baca
EMA vs SMA: Apa Perbedaannya dan Mana yang Lebih Baik?
EMA bereaksi lebih cepat, SMA bergerak lebih mulus, dan keduanya tidak memprediksi harga. Panduan ini menguraikan rumusnya, menerapkan kedua jenis rata-rata tersebut pada data yang sama secara berdampingan, serta menunjukkan pengaturan mana yang paling sesuai dengan gaya trading Anda.
Lanjutkan membaca
54 menit baca
Lihat Lebih Banyak
Bergabunglah dengan Lebih dari 1.000.000 klien di platform trading pemenang penghargaan kami
1
Daftar Akun
Live
2
Danai Akun
Anda
3
Mulai Trading
Seketika
Buka Akun

Tetap Unggul dengan Wawasan & Analisis Pasar TMGM